Manakala hidupmu tampak susah untuk dijalani ... manakala 24 jam sehari terasa masih kurang ... ingatlah akan toples mayones dan dua cangkir kopi.
Seorang Professor berdiri di depan kelas filsafat... tanpa mengucapkan sepatah kata, dia mengambil toples kosong mayones yang besar dan mulai mengisi dengan bola-bola golf.
Lalu dia bertanya pada muridnya, apakah toples itu sudah penuh ?. Mereka setuju.
Kemudian dia mengambil sekotak batu koral dan menuangkannya ke dalam toples. Dia mengguncang dengan ringan.
Batu-batu koral masuk, mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf. Dia kembali bertanya, apakah toples itu sudah penuh ?. Mereka mengangguk.
Selanjutnya Profesor mengambil sekotak pasir dan menebarkan ke dalam toples ... Tentu saja pasir itu menutup segala sesuatunya. Toples terlihat sdh penuh.
Profesor kemudian menuangkan dua cangkir kopi ke dalam toples, dan kopi tsb mengisi ruangan kosong di antara pasir.
Cintai saja hidupmu, jangan kau keluhkan dan benci. Nikmati saja setiap harinya dengan senyuman. Cinta itu seperti pembodohan dan Hidup adalah permainan bodoh nan ironis. Tapi, nikmatilah setiap detiknya selagi kamu masih bisa.
Saturday, April 10, 2010
Thursday, April 8, 2010
Wanita
Seorang anak laki-laki
kecil bertanya kepada ibunya "Mengapa
ibu menangis?"
"Kerana aku seorang
wanita", kata sang ibu kepadanya.
"Aku tidak mengerti",
kata anak itu.
Ibunya hanya memeluknya
dan berkata, "Dan kau tak akan pernah
mengerti"
Kemudian anak laki-laki
itu bertanya kepada ayahnya, "Mengapa
ibu suka menangis tanpa alasan?"
"Semua wanita menangis
tanpa alasan", hanya itu yang dapat
dikatakan oleh ayahnya.
Anak laki-laki kecil itu
pun lalu tumbuh menjadi seorang
laki-laki dewasa, tetap ingin tahu
mengapa wanita menangis.
kecil bertanya kepada ibunya "Mengapa
ibu menangis?"
"Kerana aku seorang
wanita", kata sang ibu kepadanya.
"Aku tidak mengerti",
kata anak itu.
Ibunya hanya memeluknya
dan berkata, "Dan kau tak akan pernah
mengerti"
Kemudian anak laki-laki
itu bertanya kepada ayahnya, "Mengapa
ibu suka menangis tanpa alasan?"
"Semua wanita menangis
tanpa alasan", hanya itu yang dapat
dikatakan oleh ayahnya.
Anak laki-laki kecil itu
pun lalu tumbuh menjadi seorang
laki-laki dewasa, tetap ingin tahu
mengapa wanita menangis.
Subscribe to:
Comments (Atom)