Pages

Sunday, October 23, 2011

Karakter Kasih, Orang tua, Pacaran, dan Pentingnya Kasih

Kita tentu mengasihi orang tua dan anak kita. Kita pasti mengasihi kekasih hati kita. Betapa pentingnya kehadiran kasih dalam setiap detik di dunia ini. Tanpa kasih, mungkin perang tidak akan ada akhirnya. Walaupun saaat ini masih banyak perang yang terjadi di sekitar kita. Entah perang ras, agama, dan faktor lain yang terselubung dan dampaknya tidak tampak secara jelas, namun yang jelas efeknya akan berantai dan menulari orang lain seperti hukum aksi reaksi.
Seringkali orang salah mengartikan kasih karena mereka menutup mata dan menutup telinga, bahkan seringkali mereka menutup mata dan telinga pada dirinya sendiri. Pada jiwanya yang berteriak minta tolong dan ingin dibebaskan dari 'neraka'. Manusia memang tidak sempurna, semua orang sadar akan hal itu. Dasarnya ada pada seberapa cepat kita menyadari kesalahan yang diperbuat dan kemudian berusaha memperbaikinya dengan hati - hati. Kita mulai dari karakter kasih yang ideal dahulu.

Friday, October 21, 2011

Dewasa itu Pilihan

Menjadi dewasa itu sebuah pilihan, Umur tidak pernah menentukan kedewasaaan seseorang.

Keterbukaan pikiranmu pada semua disekelilingmu dan memiliki prinsip yang bisa dan mau kamu pegang erat, akan bisa membuat kamu dewasa dan melewati fase - fase yang harus kamu lewati.

Menjadi kuat bukan tidak menangis, tetapi menangis di saat yang tepat dan bersama orang yang tepat.

Beranikan dirimu untuk berdiri dan membela dirimu hingga tetes darahmu yang terakhir.

Jangan biarkan orang lain menindas dirimu!

Sunday, October 16, 2011

Pernikahan Bukan Bisnis

Ada banyak hal yang banyak luput dari pikiran orang.. Identitas seorang anak, batas kekuasan orang tua, dan aturan yang sudah terlewat konyol. Pernikahan seorang anak bukan bisnis perlelangan.

Ini adalah hal yang biasa dilakukan oleh orang tua. Membentuk anaknya seperti apa yang MEREKA mau, seperti apa yang mereka pandang sebagai kualitas tinggi.

Ketika sudah saatnya memilih pasangan, orang tua akan jadi sangat cerewet. Komentar gak cocok karena gak sama - sama dokter, gak sama kaya, gak sama bidang kepintarannya, gak sama selera lifestyle nya, dan gak sama pandangannya.

Yang jadi pertanyaan, Siapa yang akan menikah dan menjalani pernikahan itu? jawabannya jelas kan? Si ANAK! Lalu kenapa yang cerewet dan kebakaran jenggot dan marah-marah dan mencak-mencak dan pake acara melarang sampai ngancam-ngancam itu si orang tua? Apakah benar orang tua itu sudah menjadi orang tua yang baik dan BIJAK? Sudahkan orang tua itu menerapkan sistem komunikasi dua arah? Kalau dua arah ya gak akan ada yang namanya mencak-mencak, marah-marah, ngancam-ngancam, dan kebakaran jenggot.

Aku TIDAK menyalahkan orang tua, karena aku PAHAM orang tua pasti ingin terbaik untuk anaknya. Namun, apakah caranya BENAR DAN BIJAK??? Anak memang hasil peleburan dari kedua orang tuanya, tapi tetap anak adalah seorang individu yang memiliki hak asasi! Hak memilih, hak menyampaikan pendapat, dan hak untuk menikmati hidupnya dengan caranya.

Orang tua itu bukan HITLER! Bukan DIKTATOR! Orang tua adalah PEMBIMBING! Apa yang dilakukan pembimbing? Memberi nasihat dan membimbing dalam berjalan, bukan memaksakan kehendak.

Hal yang paling sering digunakan menjadi senjata oleh orang tua manapun :
- Kamu hidup dirumahku, jadi HARUS ikut aturanku. (jelas-jelas 1 arah)
- Kamu hidup pakai uangku,  jadi kamu HARUS nurut aku. (Jelas-jelas diktator dan 1 arah)
- Orang tua itu wakil TUHAN, jadi kamu WAJIB dengarkan orang tua dan NURUT 100%. (Jelas-jelas menutup kemungkinan untuk hubungan 2 arah kan?)

Kalau begitu ceritanya, ya anak malah kabur! Benci.. Sakit hati.. Kecewa.. Marah..
Ibaratnya ya.. Anak itu produk hasil produksi pabrik orang tua.. Karena terbatas produksinya, jadinya anak itu adalah barang yang langka dan berharga.
Orang tua baru akan melepas anaknya pada orang yang tepat..
Prosesi lamaran itu seperti : "Aku punya barang bagus.. Kualitasnya tinggi.. Kamu berani bayar(popularitas, kekayaan, jabatan, kelas sosial, dan relasi sosial) berapa?"
Kalau anaknya sayang sama seorang yang tidak selevel, seorang itu akan 'terminated' dari kehidupan anaknya.
Ini namanya udah mirip trafficking ya! Anak itu bukan barang!!! Anak itu manusia!! Individu yang punya keinginan sendiri!! Punya selera sendiri!
Punya anak 3 pun, gak tentu 3 anak itu sama semua.. Dalam hukum fisika dan kimia aja ada yang namanya pengecualian kok! Apalagi ini manusia!! Manusia itu kemungkinannya tidak terbatas! Perubahan dan pola pikir yang luar biasa luas probabilitasnya! Kalau dikotakin, itu namanya kamu potong kaki orang.

Setiap anak memiliki selera, pola pikir, dan cara yang berbeda! Anak bukan barang dagangan! Dia individu yang BERHAK memilih dan memutuskan! PERNIKAHAN BUKAN BISNIS TUKAR TAMBAH YA! PERCAYALAH! INI TERMASUK TRAFFICKING! Tapi sayangnya tidak pernah kena hukuman, karena semua sudah tercuci otak bahwa orang tua itu pemilik anak secara keseluruhan. Ini adalah trafficking yang terselubung dengan sangat rapi dan sayangnya SEMUA ORANG SETUJU - SETUJU SAJA. Jadi, tidak salah kalau trafficking tidak pernah berhenti! Karena trafficking paling canggih dan terlihat didepan mata saja tidak di hukum, apalagi yang lain. Jelas aja mereka tenang - tenang. Hahahaha.. Siapa bilang orang tua tahu yang terbaik buat anaknya? Caranya salah, tetap hasilnya salah.

Pernikahan

Sebelum aku memulai membahas tema kali ini, aku ingin kalian tahu. Menjadi modern dan maju itu tidak salah, terkadang malah ada beberapa aturan yang sudah kolot dan seharusnya dibuang ke tong sampah. Namun, ada beberapa yang memang harus dipertahankan. Makna pernikahan yang sesungguhnya, itu yang harus dipertahankan dan bukan habis digerus waktu dan gaya hidup yang disebut modern.

Sunday, October 9, 2011

Menjadi Orang Tua yang Baik

Isi kali ini akan singkat saja.. Karena memang menjadi orang tua bukan perkara mudah.. Banyak dan mahal harganya yang harus dibayar.. Memang aku masih belum menjadi orang tua..
Tapi sebagai anak, ada hal - hal yang bisa aku pelajari dari orang tua.
Sederhananya, jadilah bijak.
Bijak itu tidak memaksakan kehendak, menerima apa adanya, mau mendengarkan, mau melihat kedalam, dan mau kompromi bersama. Bukan mengaku sudah kompromi padahal memaksakan kehendak, menutup telinga, dan tidak mau melihat kedalam.
Level sosial..
Kekayaan..
Profesi..
Jangan larang anakmu bergaul dengan seseorang hanya karena hal - hal remeh itu, kecuali jika memang orang itu berbahaya.. Miskin tidak tentu akan membawa pengaruh buruk untuk anak..
Ingat, boleh jadi anak itu ada dari leburan 22 autosom dan 1 genosom suami dengan 22 autosom dan 1 genosom suaminya.. Tapi jiwa, pikiran, dan hati tetap milik anak yang juga seorang individu yang berhak memilih!
Jangan menjadi orang tua yang kolot (Sebenarnya namanya bijak itu mau mendengarkan itu sudah termasuk mau mengikuti perkembangan jaman anak, tapi banyak orang tua yang tidak mau melepas aturan konyol yang sudah seharusnya masih tong sampah).
Jaman terus maju.. Tidak ada tempat yang aman.. Anda tidak bisa meluputkan anak anda dari kejadian yang memang sudah harus terjadi..
Death doesn't like to be cheated.. Dengan melarang naik motor, apa akan menghapus angka probabilitas kecelakaannya? TIDAK! Dengan membatasi pergaulannya, apa akan membuat 100% anak anda menjadi orang yang anda ingin dia menjadi? TIDAK!
Tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua..
Karena memang menjadi orang tua bukan untuk dipelajari dari buku.. Bukan dipelajari dari orang lain secara membabi-buta(copy-paste murni)..
Menjadi orang tua itu mengalami.. Belajarnya ya dari keseharian anak.. Jadi jangan terlalu sibuk dengan pikiran-pikiran konyol yang membuat kabut di otak anda, dan akhirnya anda tidak mengobservasi dan mempelajari anak anda dengan baik..
Selalu ingat untuk melihat ke dalam.. Karena kadang perlakuan anak yang menyakitkan, bisa jadi sebuah reaksi dari aksi anda yang membuatnya tidak nyaman atau tidak suka.

Move On

Hai. Sudah lama memang catatan rumit dan asal-asalan ini terbengkelai. Agustus terakhir aku mengisinya, serasa album foto usang masa kecil saja ya? haha..

Okay... Kali ini temanya Move On...
Kok move on sih? Karena kelihatannya sederhana banget ya, namun dampaknya sangat besar!
Move on ini gak harus dari patah hati aja ya! Tapi juga bisa dari kebiasan buruk dan sifat-sifat buruk kita yang sudah saatnya dibuang ke tong sampah. Patah hati juga tidak melulu karena ditinggal kekasih, tapi juga bisa karena dibohongin orang yang anda percaya(sahabat dan keluarga sendiri!). Mulai dari uang dibawa lari sampai ke hal - hal pribadi yang jadi hiburan sedunia..