Kita tentu mengasihi orang tua dan anak kita. Kita pasti mengasihi kekasih hati kita. Betapa pentingnya kehadiran kasih dalam setiap detik di dunia ini. Tanpa kasih, mungkin perang tidak akan ada akhirnya. Walaupun saaat ini masih banyak perang yang terjadi di sekitar kita. Entah perang ras, agama, dan faktor lain yang terselubung dan dampaknya tidak tampak secara jelas, namun yang jelas efeknya akan berantai dan menulari orang lain seperti hukum aksi reaksi.
Seringkali orang salah mengartikan kasih karena mereka menutup mata dan menutup telinga, bahkan seringkali mereka menutup mata dan telinga pada dirinya sendiri. Pada jiwanya yang berteriak minta tolong dan ingin dibebaskan dari 'neraka'. Manusia memang tidak sempurna, semua orang sadar akan hal itu. Dasarnya ada pada seberapa cepat kita menyadari kesalahan yang diperbuat dan kemudian berusaha memperbaikinya dengan hati - hati. Kita mulai dari karakter kasih yang ideal dahulu.
Cintai saja hidupmu, jangan kau keluhkan dan benci. Nikmati saja setiap harinya dengan senyuman. Cinta itu seperti pembodohan dan Hidup adalah permainan bodoh nan ironis. Tapi, nikmatilah setiap detiknya selagi kamu masih bisa.
Showing posts with label Wedding. Show all posts
Showing posts with label Wedding. Show all posts
Sunday, October 23, 2011
Karakter Kasih, Orang tua, Pacaran, dan Pentingnya Kasih
Sunday, October 16, 2011
Pernikahan Bukan Bisnis
Ada banyak hal yang banyak luput dari pikiran orang.. Identitas seorang anak, batas kekuasan orang tua, dan aturan yang sudah terlewat konyol. Pernikahan seorang anak bukan bisnis perlelangan.
Ini adalah hal yang biasa dilakukan oleh orang tua. Membentuk anaknya seperti apa yang MEREKA mau, seperti apa yang mereka pandang sebagai kualitas tinggi.
Ketika sudah saatnya memilih pasangan, orang tua akan jadi sangat cerewet. Komentar gak cocok karena gak sama - sama dokter, gak sama kaya, gak sama bidang kepintarannya, gak sama selera lifestyle nya, dan gak sama pandangannya.
Yang jadi pertanyaan, Siapa yang akan menikah dan menjalani pernikahan itu? jawabannya jelas kan? Si ANAK! Lalu kenapa yang cerewet dan kebakaran jenggot dan marah-marah dan mencak-mencak dan pake acara melarang sampai ngancam-ngancam itu si orang tua? Apakah benar orang tua itu sudah menjadi orang tua yang baik dan BIJAK? Sudahkan orang tua itu menerapkan sistem komunikasi dua arah? Kalau dua arah ya gak akan ada yang namanya mencak-mencak, marah-marah, ngancam-ngancam, dan kebakaran jenggot.
Aku TIDAK menyalahkan orang tua, karena aku PAHAM orang tua pasti ingin terbaik untuk anaknya. Namun, apakah caranya BENAR DAN BIJAK??? Anak memang hasil peleburan dari kedua orang tuanya, tapi tetap anak adalah seorang individu yang memiliki hak asasi! Hak memilih, hak menyampaikan pendapat, dan hak untuk menikmati hidupnya dengan caranya.
Orang tua itu bukan HITLER! Bukan DIKTATOR! Orang tua adalah PEMBIMBING! Apa yang dilakukan pembimbing? Memberi nasihat dan membimbing dalam berjalan, bukan memaksakan kehendak.
Hal yang paling sering digunakan menjadi senjata oleh orang tua manapun :
- Kamu hidup dirumahku, jadi HARUS ikut aturanku. (jelas-jelas 1 arah)
- Kamu hidup pakai uangku, jadi kamu HARUS nurut aku. (Jelas-jelas diktator dan 1 arah)
- Orang tua itu wakil TUHAN, jadi kamu WAJIB dengarkan orang tua dan NURUT 100%. (Jelas-jelas menutup kemungkinan untuk hubungan 2 arah kan?)
Kalau begitu ceritanya, ya anak malah kabur! Benci.. Sakit hati.. Kecewa.. Marah..
Ibaratnya ya.. Anak itu produk hasil produksi pabrik orang tua.. Karena terbatas produksinya, jadinya anak itu adalah barang yang langka dan berharga.
Orang tua baru akan melepas anaknya pada orang yang tepat..
Prosesi lamaran itu seperti : "Aku punya barang bagus.. Kualitasnya tinggi.. Kamu berani bayar(popularitas, kekayaan, jabatan, kelas sosial, dan relasi sosial) berapa?"
Kalau anaknya sayang sama seorang yang tidak selevel, seorang itu akan 'terminated' dari kehidupan anaknya.
Ini namanya udah mirip trafficking ya! Anak itu bukan barang!!! Anak itu manusia!! Individu yang punya keinginan sendiri!! Punya selera sendiri!
Punya anak 3 pun, gak tentu 3 anak itu sama semua.. Dalam hukum fisika dan kimia aja ada yang namanya pengecualian kok! Apalagi ini manusia!! Manusia itu kemungkinannya tidak terbatas! Perubahan dan pola pikir yang luar biasa luas probabilitasnya! Kalau dikotakin, itu namanya kamu potong kaki orang.
Setiap anak memiliki selera, pola pikir, dan cara yang berbeda! Anak bukan barang dagangan! Dia individu yang BERHAK memilih dan memutuskan! PERNIKAHAN BUKAN BISNIS TUKAR TAMBAH YA! PERCAYALAH! INI TERMASUK TRAFFICKING! Tapi sayangnya tidak pernah kena hukuman, karena semua sudah tercuci otak bahwa orang tua itu pemilik anak secara keseluruhan. Ini adalah trafficking yang terselubung dengan sangat rapi dan sayangnya SEMUA ORANG SETUJU - SETUJU SAJA. Jadi, tidak salah kalau trafficking tidak pernah berhenti! Karena trafficking paling canggih dan terlihat didepan mata saja tidak di hukum, apalagi yang lain. Jelas aja mereka tenang - tenang. Hahahaha.. Siapa bilang orang tua tahu yang terbaik buat anaknya? Caranya salah, tetap hasilnya salah.
Ini adalah hal yang biasa dilakukan oleh orang tua. Membentuk anaknya seperti apa yang MEREKA mau, seperti apa yang mereka pandang sebagai kualitas tinggi.
Ketika sudah saatnya memilih pasangan, orang tua akan jadi sangat cerewet. Komentar gak cocok karena gak sama - sama dokter, gak sama kaya, gak sama bidang kepintarannya, gak sama selera lifestyle nya, dan gak sama pandangannya.
Yang jadi pertanyaan, Siapa yang akan menikah dan menjalani pernikahan itu? jawabannya jelas kan? Si ANAK! Lalu kenapa yang cerewet dan kebakaran jenggot dan marah-marah dan mencak-mencak dan pake acara melarang sampai ngancam-ngancam itu si orang tua? Apakah benar orang tua itu sudah menjadi orang tua yang baik dan BIJAK? Sudahkan orang tua itu menerapkan sistem komunikasi dua arah? Kalau dua arah ya gak akan ada yang namanya mencak-mencak, marah-marah, ngancam-ngancam, dan kebakaran jenggot.
Aku TIDAK menyalahkan orang tua, karena aku PAHAM orang tua pasti ingin terbaik untuk anaknya. Namun, apakah caranya BENAR DAN BIJAK??? Anak memang hasil peleburan dari kedua orang tuanya, tapi tetap anak adalah seorang individu yang memiliki hak asasi! Hak memilih, hak menyampaikan pendapat, dan hak untuk menikmati hidupnya dengan caranya.
Orang tua itu bukan HITLER! Bukan DIKTATOR! Orang tua adalah PEMBIMBING! Apa yang dilakukan pembimbing? Memberi nasihat dan membimbing dalam berjalan, bukan memaksakan kehendak.
Hal yang paling sering digunakan menjadi senjata oleh orang tua manapun :
- Kamu hidup dirumahku, jadi HARUS ikut aturanku. (jelas-jelas 1 arah)
- Kamu hidup pakai uangku, jadi kamu HARUS nurut aku. (Jelas-jelas diktator dan 1 arah)
- Orang tua itu wakil TUHAN, jadi kamu WAJIB dengarkan orang tua dan NURUT 100%. (Jelas-jelas menutup kemungkinan untuk hubungan 2 arah kan?)
Kalau begitu ceritanya, ya anak malah kabur! Benci.. Sakit hati.. Kecewa.. Marah..
Ibaratnya ya.. Anak itu produk hasil produksi pabrik orang tua.. Karena terbatas produksinya, jadinya anak itu adalah barang yang langka dan berharga.
Orang tua baru akan melepas anaknya pada orang yang tepat..
Prosesi lamaran itu seperti : "Aku punya barang bagus.. Kualitasnya tinggi.. Kamu berani bayar(popularitas, kekayaan, jabatan, kelas sosial, dan relasi sosial) berapa?"
Kalau anaknya sayang sama seorang yang tidak selevel, seorang itu akan 'terminated' dari kehidupan anaknya.
Ini namanya udah mirip trafficking ya! Anak itu bukan barang!!! Anak itu manusia!! Individu yang punya keinginan sendiri!! Punya selera sendiri!
Punya anak 3 pun, gak tentu 3 anak itu sama semua.. Dalam hukum fisika dan kimia aja ada yang namanya pengecualian kok! Apalagi ini manusia!! Manusia itu kemungkinannya tidak terbatas! Perubahan dan pola pikir yang luar biasa luas probabilitasnya! Kalau dikotakin, itu namanya kamu potong kaki orang.
Setiap anak memiliki selera, pola pikir, dan cara yang berbeda! Anak bukan barang dagangan! Dia individu yang BERHAK memilih dan memutuskan! PERNIKAHAN BUKAN BISNIS TUKAR TAMBAH YA! PERCAYALAH! INI TERMASUK TRAFFICKING! Tapi sayangnya tidak pernah kena hukuman, karena semua sudah tercuci otak bahwa orang tua itu pemilik anak secara keseluruhan. Ini adalah trafficking yang terselubung dengan sangat rapi dan sayangnya SEMUA ORANG SETUJU - SETUJU SAJA. Jadi, tidak salah kalau trafficking tidak pernah berhenti! Karena trafficking paling canggih dan terlihat didepan mata saja tidak di hukum, apalagi yang lain. Jelas aja mereka tenang - tenang. Hahahaha.. Siapa bilang orang tua tahu yang terbaik buat anaknya? Caranya salah, tetap hasilnya salah.
Pernikahan
Sebelum aku memulai membahas tema kali ini, aku ingin kalian tahu. Menjadi modern dan maju itu tidak salah, terkadang malah ada beberapa aturan yang sudah kolot dan seharusnya dibuang ke tong sampah. Namun, ada beberapa yang memang harus dipertahankan. Makna pernikahan yang sesungguhnya, itu yang harus dipertahankan dan bukan habis digerus waktu dan gaya hidup yang disebut modern.
Monday, December 13, 2010
Masalah Keuangan dengan Pasangan
Hari ini sebuah tugas memberi pertanyaan dijawab.. Salah satu jawaban ini, cukup mengena.. Aku pikir ini butuh untuk di sebarkan...
Banyak orang yang dalam rumah tangganya memiliki ketimpangan penghasilan.. Bila yang perempuan dibawah laki-laki penghasilannya, tidak masalah.. Karena memang laki-laki lah yang didoktrin menjadi pemberi biaya agar dapur tetap mengepul..
Yang menjadi masalah seringkali adalah lelaki penghasilannya dibawah perempuan.. Sebenarnya hal ini tidak menjadi masalah..
Karena tentunya, sebelum anda mengikat janji, anda harus sudah mengenal dahulu pasangan anda.. Saat anda mengikat janji, berarti anda siap dengan segala konsekuensi yang akan anda hadapi bersama..
Hal yang penting, perempuan jangan mengumbar kekuasaan karena merasa lebih dominan di keluarga karena yang memberi uang.. Yang lelaki, juga jangan terlalu berkecil hati dan jadi keras secara fisik hanya karena tidak mau malu(gengsi)..
Hal itu tidak akan menyelesaikan malah menambah masalah.. Anda mau masalh makin bertubi-tubi??
Jika anda capek mendengarkan omongan orang, maka jangan dengarkan.. Diam adalah jawaban.. :)
Lebih baik, anda mencari jalan keluar dengan pasangan anda.. Tentu sangat banyak sekali jalan yang bisa ditelaah..
Yang penting adalah kelakuan anda selama proses itu...
Ingat, bersabar itu penting.. Kita boleh stres dan tertekan, tapi membentak dan marah tidak akan pernah menyelesaikan masalah..
Bantulah dia dalam pekerjaannya, atau bantu mencari yang lebih baik...
Selalu beri dia semangat agar dia tak letih.. Anda tahu? dukungan anda itu bisa membuatnya menjadi lebih baik lagi..
Lelaki, jangan iri dan menyimpan amarah padanya... Terimalah kenyataan dan cari lah jalan keluar bersama.. Jangan sampai keluar kata-kata sinis dan menusuk.. Jangan berpikir negatif tentang dia..
Sering-seringlah saling bertukar pikiran, dengan demikian perdebatan yang tidak perlu bisa dihindari..
Menyalahkan keadaan, kecewa dan marah pada Tuhan juga tidak akan menyelesaikan masalah..
Kuncinya, terimalah, bersabar, berdoa, dan berusaha mencari solusi bersama-sama.. Jangan ada saling memandang rendah atau tinggi... Anggaplah sama rata.. Karena suami istri itu satu daging dan satu roh.. Disatukan di hadapan Tuhan...
Banyak orang yang dalam rumah tangganya memiliki ketimpangan penghasilan.. Bila yang perempuan dibawah laki-laki penghasilannya, tidak masalah.. Karena memang laki-laki lah yang didoktrin menjadi pemberi biaya agar dapur tetap mengepul..
Yang menjadi masalah seringkali adalah lelaki penghasilannya dibawah perempuan.. Sebenarnya hal ini tidak menjadi masalah..
Karena tentunya, sebelum anda mengikat janji, anda harus sudah mengenal dahulu pasangan anda.. Saat anda mengikat janji, berarti anda siap dengan segala konsekuensi yang akan anda hadapi bersama..
Hal yang penting, perempuan jangan mengumbar kekuasaan karena merasa lebih dominan di keluarga karena yang memberi uang.. Yang lelaki, juga jangan terlalu berkecil hati dan jadi keras secara fisik hanya karena tidak mau malu(gengsi)..
Hal itu tidak akan menyelesaikan malah menambah masalah.. Anda mau masalh makin bertubi-tubi??
Jika anda capek mendengarkan omongan orang, maka jangan dengarkan.. Diam adalah jawaban.. :)
Lebih baik, anda mencari jalan keluar dengan pasangan anda.. Tentu sangat banyak sekali jalan yang bisa ditelaah..
Yang penting adalah kelakuan anda selama proses itu...
Ingat, bersabar itu penting.. Kita boleh stres dan tertekan, tapi membentak dan marah tidak akan pernah menyelesaikan masalah..
Bantulah dia dalam pekerjaannya, atau bantu mencari yang lebih baik...
Selalu beri dia semangat agar dia tak letih.. Anda tahu? dukungan anda itu bisa membuatnya menjadi lebih baik lagi..
Lelaki, jangan iri dan menyimpan amarah padanya... Terimalah kenyataan dan cari lah jalan keluar bersama.. Jangan sampai keluar kata-kata sinis dan menusuk.. Jangan berpikir negatif tentang dia..
Sering-seringlah saling bertukar pikiran, dengan demikian perdebatan yang tidak perlu bisa dihindari..
Menyalahkan keadaan, kecewa dan marah pada Tuhan juga tidak akan menyelesaikan masalah..
Kuncinya, terimalah, bersabar, berdoa, dan berusaha mencari solusi bersama-sama.. Jangan ada saling memandang rendah atau tinggi... Anggaplah sama rata.. Karena suami istri itu satu daging dan satu roh.. Disatukan di hadapan Tuhan...
Sunday, March 21, 2010
Facts!!!
--Guy Facts---
When a guy calls you,
He wants to be with you
When a guy is quiet,
He's listening to you...
When a guy is not arguing,
He realizes he's wrong
When a guy says, "I'm fine" after a few minutes
He means it
When a guy stares at you,
He wishes you would care about him and wonders if you do
When you’re laying your head on a guy's
Chest,
He has the world
When a guy calls you,
He wants to be with you
When a guy is quiet,
He's listening to you...
When a guy is not arguing,
He realizes he's wrong
When a guy says, "I'm fine" after a few minutes
He means it
When a guy stares at you,
He wishes you would care about him and wonders if you do
When you’re laying your head on a guy's
Chest,
He has the world
Labels:
Advice,
Break up,
Broken Heart,
Cinta,
Daily,
Hubungan,
Pacaran,
Pendewasaan,
Peraturan,
Pernikahan,
Sayang,
Social,
Sorrow,
Sosial,
Wedding
Waktu yang salah atau Lelaki yang salah??
PERHATIAN... INI HANYA MENGAMBIL SISI COWOK. JIKA ANDA LELAKI, INI JUGA BERLAKU HAL YANG SAMA PERSIS PADA PEREMPUAN ANDA...
Ini masih absurd jg ya.. hum...gini aja dewh..
Kan dari dulu kita juga udah sering denger dari ortu tentang jodoh?
ya gak??
nah.. tiap orang itu ada jodohnya sendiri"...
Tapi, kita gak bisa tahu apa dy jodoh kita apa bukan.. yakan??
Nah itu dy.. yang menyebabkan ada kata Lelaki yang salah
Ini ada bnyk pemecahan sebenarnya..
tapi sejauh aku merenung aku menemukan 2 jalan yang yaa.. umum diambil orang..
Subscribe to:
Posts (Atom)