Pages

Sunday, October 16, 2011

Pernikahan Bukan Bisnis

Ada banyak hal yang banyak luput dari pikiran orang.. Identitas seorang anak, batas kekuasan orang tua, dan aturan yang sudah terlewat konyol. Pernikahan seorang anak bukan bisnis perlelangan.

Ini adalah hal yang biasa dilakukan oleh orang tua. Membentuk anaknya seperti apa yang MEREKA mau, seperti apa yang mereka pandang sebagai kualitas tinggi.

Ketika sudah saatnya memilih pasangan, orang tua akan jadi sangat cerewet. Komentar gak cocok karena gak sama - sama dokter, gak sama kaya, gak sama bidang kepintarannya, gak sama selera lifestyle nya, dan gak sama pandangannya.

Yang jadi pertanyaan, Siapa yang akan menikah dan menjalani pernikahan itu? jawabannya jelas kan? Si ANAK! Lalu kenapa yang cerewet dan kebakaran jenggot dan marah-marah dan mencak-mencak dan pake acara melarang sampai ngancam-ngancam itu si orang tua? Apakah benar orang tua itu sudah menjadi orang tua yang baik dan BIJAK? Sudahkan orang tua itu menerapkan sistem komunikasi dua arah? Kalau dua arah ya gak akan ada yang namanya mencak-mencak, marah-marah, ngancam-ngancam, dan kebakaran jenggot.

Aku TIDAK menyalahkan orang tua, karena aku PAHAM orang tua pasti ingin terbaik untuk anaknya. Namun, apakah caranya BENAR DAN BIJAK??? Anak memang hasil peleburan dari kedua orang tuanya, tapi tetap anak adalah seorang individu yang memiliki hak asasi! Hak memilih, hak menyampaikan pendapat, dan hak untuk menikmati hidupnya dengan caranya.

Orang tua itu bukan HITLER! Bukan DIKTATOR! Orang tua adalah PEMBIMBING! Apa yang dilakukan pembimbing? Memberi nasihat dan membimbing dalam berjalan, bukan memaksakan kehendak.

Hal yang paling sering digunakan menjadi senjata oleh orang tua manapun :
- Kamu hidup dirumahku, jadi HARUS ikut aturanku. (jelas-jelas 1 arah)
- Kamu hidup pakai uangku,  jadi kamu HARUS nurut aku. (Jelas-jelas diktator dan 1 arah)
- Orang tua itu wakil TUHAN, jadi kamu WAJIB dengarkan orang tua dan NURUT 100%. (Jelas-jelas menutup kemungkinan untuk hubungan 2 arah kan?)

Kalau begitu ceritanya, ya anak malah kabur! Benci.. Sakit hati.. Kecewa.. Marah..
Ibaratnya ya.. Anak itu produk hasil produksi pabrik orang tua.. Karena terbatas produksinya, jadinya anak itu adalah barang yang langka dan berharga.
Orang tua baru akan melepas anaknya pada orang yang tepat..
Prosesi lamaran itu seperti : "Aku punya barang bagus.. Kualitasnya tinggi.. Kamu berani bayar(popularitas, kekayaan, jabatan, kelas sosial, dan relasi sosial) berapa?"
Kalau anaknya sayang sama seorang yang tidak selevel, seorang itu akan 'terminated' dari kehidupan anaknya.
Ini namanya udah mirip trafficking ya! Anak itu bukan barang!!! Anak itu manusia!! Individu yang punya keinginan sendiri!! Punya selera sendiri!
Punya anak 3 pun, gak tentu 3 anak itu sama semua.. Dalam hukum fisika dan kimia aja ada yang namanya pengecualian kok! Apalagi ini manusia!! Manusia itu kemungkinannya tidak terbatas! Perubahan dan pola pikir yang luar biasa luas probabilitasnya! Kalau dikotakin, itu namanya kamu potong kaki orang.

Setiap anak memiliki selera, pola pikir, dan cara yang berbeda! Anak bukan barang dagangan! Dia individu yang BERHAK memilih dan memutuskan! PERNIKAHAN BUKAN BISNIS TUKAR TAMBAH YA! PERCAYALAH! INI TERMASUK TRAFFICKING! Tapi sayangnya tidak pernah kena hukuman, karena semua sudah tercuci otak bahwa orang tua itu pemilik anak secara keseluruhan. Ini adalah trafficking yang terselubung dengan sangat rapi dan sayangnya SEMUA ORANG SETUJU - SETUJU SAJA. Jadi, tidak salah kalau trafficking tidak pernah berhenti! Karena trafficking paling canggih dan terlihat didepan mata saja tidak di hukum, apalagi yang lain. Jelas aja mereka tenang - tenang. Hahahaha.. Siapa bilang orang tua tahu yang terbaik buat anaknya? Caranya salah, tetap hasilnya salah.

No comments:

Post a Comment