Pages

Thursday, October 22, 2015

Hubungan Seksual

Saat membaca judul, banyak yang akan berpikir ini tidak pantas dibicarakan namun ada yang sudah biasa membicarakan.

Didikan di budaya kita membuat berbicara tentang ini adalah hal tabu. Mengucap saja tabu. Berpikir pun tidak boleh.

Saya yakin banyak yang penasaran dan akhirnya melakukan dengan cara yang salah.

Tingginya angka kehamilan pada remaja saya rasa mendukung bahwa banyak remaja penasaran. Sebenarnya ini dapat kita sikapi dengan 2 cara.

cara pertama, menginjak dan menyalahkan budaya barat yang bebas. Ini sudah banyak sekali dilakukan.

Cara kedua, pendidikan seksual yang baik. Ini sangat jarang diterapkan dalam keluarga di Indonesia.
Di sekolah, ada yang memberikan pendidikan seksual. Tapi saya rasa pendidikan seksual sejak dini dimulai dari keluarga.
Kita bisa mulai dari memberi tahu anak bahwa laki-laki dan perempuan berbeda organ reproduksinya. Bedanya dimana dan apa yang membuat wanita hamil. Beritahu saja walaupun saat itu mereka belum paham maksud dari diberitahu ini semua. Saat mereka beranjak menjadi remaja, mereka harus tahu bahaya dari berhubungan seksual tanpa perlindungan. Tidak semua orang adalah sehat dan bersih. Pencegahan dimulai dari diri sendiri.Beritahu anak tentang kondom dan pentingnya. Cara penggunaan kondom itu sangat sangat penting!! Ajarkan dengan baik dan benar. Mereka harus tahu karena sebagai orang tua mustahil untuk 24 jam mengontrol anak anda. Berikan pengetahuan tentang penyakit menular seksual yang ada. Banyak penyakit menular seksual yang bisa berujung pada komplikasi-komplikasi yang mengerikan dan kerusakannya permanen. Ajarkan cara merawat organ reproduksi mereka dengan baik. Ajarkan anak laki-laki anda untuk rajin mengganti celana dalam dan membersihkan alat reproduksinya dengan baik. Ajarkan anak wanita untuk membersihkan bagian luar dari organ reproduksinya dengan benar. Jangan gunakan terlalu banyak sabun kewanitaan yang bersifat basa. Saya tidak sedang endorse suatu produk. Tapi faktanya organ reproduksi wanita bersifat Asam karena candida yang hidup secara komensal disitu perlu pH yang demikian. pH asam tersebut juga melindungi dari infeksi-infeksi dengan cara menekan angka pertumbuhan bakteri yang tidak komensal. Bakteri bisa menginfeksi jika kuota jumlah bakteri terpenuhi.Saya yakin banyak yang lihat iklan tentang sabun kewanitaan yang bersifat pH asam. ajarkan pula cara yang benar, yaitu dari depan ke belakang. Mengapa? Agar bakteri komensal di anus tidak masuk ke genital wanita. Bakteri komensal di genital wanita dan anus itu berbeda. Jika cara membersihkannya salah, bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. Ini juga harus ditangani dengan baik jika tidak dapat menyerang hingga ke ginjal.
Bagi keluarga yang sangat religius, beritahukan pada anak dari kecil bahwa hal itu adalah hal suci yang sebaiknya dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah.

Tapi renungkan, apakah virginity  adalah anak anda? Saya rasa tidak. Kepribadian dan keutuhan psikologis anak tidak ditentukan oleh itu. Semua itu ditentukan oleh faktor-faktor lain yang lebih mayor daripada sekedar virginity. Namun Indonesia adalah negara yang sangat berdasar pada agama dan aturan dan norma. Padahal saya rasa, semua itu adalah hak asasi. Hak anak untuk memilih mau bertindak seperti apa. Sebagai orang tua yang memang tugasnya adalah membimbing, tidak berhak untuk menjadi diktator.
Jika didikan dan prinsip yang anda berikan sejalan dengan anak anda, saya rasa anak anda akan bisa menjaga diri dengan baik.

Saya tidak mengajarkan atau memaksakan apapun. Semua ini tergantung pada anda sendiri dan anak anda.
Kebebasan manusia untuk memilih dan menjalani apa yang mereka mau.

Sekali lagi, renungkan baik-baik.

Perbedaan Cara pertama dan Cara kedua. pikirkan efek jangka panjangnya. pikirkan reaksi yang akan diberikan anak.

Wednesday, October 21, 2015

Bisnis Kesehatan (?)

Di Indonesia, semua tahu BPJS dan ASKES. BPJS adalah asuransi yang dibuat oleh pemerintah dengan harapan bahwa semua akses kesehatan dapat diterima oleh semua kalangan. Kali ini yang dibahas adalah pelayanan yang diberikan pada para pemegang BPJS dan sedikit kejanggalan yang terjadi pada para tenaga medis.

Beberapa mungkin mendengar sendiri, beberapa mungkin mengalami sendiri. BPJS akan ditangani terakhir di rumah sakit. Antri yang panjang sekali dan lama. Ini dikarenakan kadang BPJS sendiri tidak menurunkan cover  yang memadai kepada rumah sakit sehingga rumah sakit enggan memberikan pelayan nomor satu terhadap pasien BPJS. Sering terdengar orang yang daftar ke rumah sakit ditanya, " Anda pasien umum atau BPJS? "

Pasien BPJS dinomor sekiankan. Dimana keadilannya? Tidak adil sama sekali. Tapi sekali lagi, tidak bisa disalahkan. Kadang dana yang diberikan pada rumah sakit sebagai gantinya hanya memenuhi 1/4 dan kalau beruntung 1/2 dari seluruhnya. Ini memang belum dibuktikan dengan bukti tertulis namun beberapa tenaga medis yang saya kenal mengucapkan demikian. Bahkan kadang klaim nya bermasalah sehingga tidak bisa turun dana.

Tenaga Medis dan rumah sakit memerlukan dana tidak sedikit untuk beroperasi. Ini karena semua alat dan beberapa obat dikomersilkan sehingga harganya meroket dari normal. Saat ini, apapun yang bisa dibisniskan pasti akan dibisniskan.

Rumah sakit pun sekarang adalah bisnis bukan lagi layanan kesahatan yang sesuai dengan tujuan aslinya yaitu menyehatkan dan melayani orang-orang sakit.

Sebenarnya, dimana akar permasalahan semua ini?

Saya mendengar sendiri dari Dokter yang saat itu penasaran dan ingin mencoba sendiri proses BPJS ini.

Beliau datang jam 7 pagi, ternyata antrian sudah panjang. Baru dipanggil namanya beberapa jam kemudian. setelah itu mendapat resep kacamata. Beliau ke optik yang melayani pasien BPJS. Ternyata, kacamata yang diinginkan 200.000 rupiah itu baru dapat frame belum termasuk kacamatanya.

Bisa dibayangkan bila seandainya yang membutuhkan kacamata itu adalah orang kecil yang penghasilannya untuk makan sudah pas. BPJS saja iurannya paling tinggi 60.000 rupiah ( memang ada beberapa jenis pilihan ).

Dari cerita itu, terkesan BPJS hanya setengah-setengah.

Bagaimana memperbaikinya?

Saya yakin tidak semua orang di pemerintahan akan tinggal diam.
Namun menurut saya, semua dimulai dari rantai paling dasar, Pemerintahan.

BPJS diselenggarakan oleh pemerintah, maka pemerintah harus siap dana cukup yang tersalurkan dengan baik. Kadang masalahnya bukan siap dana, tapi penyaluran dana yang lancar. Semua tahu Indonesia saat ini masih memiliki angka korupsi yang cukup tinggi. Hanya sekedar sebuah tebakan yang mungkin banyak orang bisa menganggukan kepala.

Rumah sakit seharusnya menjunjung nilai nya. Mengobati orang tanpa memandang pasien umum atau BPJS. Bukankah memang tujuan awal dari rumah sakit adalah pelayanan kesehatan lengkap, terintegrasi, dan terpadu untuk menolong sesama? Disini prinsip-prinsip dan cara kerja perlu ditinjau ulang. Semua orang berhak mendapat pelayanan kesehatan yang sama.

Untuk para pasien yang mampu berobat untuk penyakit sederhana dan tidak emergensi sebaiknya menggunakan jalur umum. Kenapa? untuk mengurangi antri dan keluhan yang terdengar. Kalau anda ingin pelayanan yang lebih baik saat ini, silahkan pakai jalur umum. Karena perbaikan struktur ini tidak akan memakan waktu singkat. Karena semua sudah terlanjur berorientasi uang bukan kemanusiaan lagi.
Untuk para pasien yang memang tidak mampu dan ingin memanfaatkan BPJS, silahkan.

Perbaikan mendasarnya tentu dari orientasi terlebih dahulu, tapi tetap tidak munafik bahwa menjalankan sebuah rumah sakit dan jaminan sosial membutuhkan uang. Semua sistem ini sudah terlanjur berjalan lama. Sistem bisnis kesehatan.
Yang mampu memperbaiki secara menyeluruh hanyalah pemerintah.

Thursday, October 8, 2015

Mahasiswa dan Mahasiswi bebal (?)

Saat berada di dunia perkuliahan, suasana akan jauh berbeda.
Dosen-dosen yang berbeda-beda setiap kelas.
Dosen yang memiliki sifat-sifat berbeda.
Dosen yang memiliki preferensi berbeda.
Kenali dosen anda.
Jangan dipukul rata.
1 salah yang kena bisa 1 kelas, demikian di fakultas Kedokteran yang dipandang orang tinggi.
Sebenarnya kuliah kedokteran tidak bisa dibilang tempat orang kaya raya yang uangnya tidak habis dibakar jadi pesugihan atau tempat orang terlalu jenius sampai sampai tidak manusiawi.

Di kedokteran, anda bisa menemukan berbagai macam manusia yang sama seperti yang bisa anda temukan dimana pun.
Disini juga ada manusia yang malas dan suka 'mabal'.
Disini juga ada yang tidak pernah belajar tapi nilainya A terus.
Disini ada yang rajin dan ngotot belajar sampai jadi disconnected dari dunia ( baca : jadi lemot dan ling lung ).
Disini ada yang average.
Disini ada yang rajin dan masih waras.
Disini ada yang pintar tapi memilih buat normal-normal saja.
Ada yang hidupnya jetset total sampai yang sederhana total.
Ada yang slutty ada yang alim nya kayak masih hidup di tahun 1800.
Ada yang religius ada yang atheis.
Intinya, mereka manusia biasa.
Tidak ada yang perlu dibanggakan berlebihan.
Kecuali jika sudah melayani sebagai dokter.
Masih mahasiswa dan mahasiswi, apa sih artinya?
Bisa menolong orang saat darurat? Mungkin hanya yang di TBM saja.
Sisanya? Hanya bisa menghapal tanpa menalar. Atau malah tidak bisa apa-apa.

1 kelemahan fatal anak-anak FK adalah kurangnya nalar.
Mereka beranggapan dengan menghapal maka semuanya beres.
Padahal ini bukan masalah menghapal, tapi memahami.

Contoh yang sangat sederhana.
Suatu hari ada kelas dimana dosen yang mengajar termasuk dokter yang disiplin tinggi.
Seorang mahasiswi terlambat datang dengan polosnya.
Dosen tersebut marah dan mengancam dalam hitungan 3. Salah satu harus keluar.
Hingga hitungan 3, mahasiswi itu terus memohon-mohon dan tidak mau memahami prinsip tadi di atas ( 1 bikin masalah, 1 kelas kena ). Dosen berjalan keluar tanpa menoleh.
Baru si mahasiwi itu memutuskan keluar kelas.
Terlambat sekali ya.
Logis saja.
Sudah tahu kelas jam sekian.
Aturannya tidak boleh terlambat lebih dr 5 menit.
Dia pasti tau konsekuensi jadi mahasiswi FK seperti apa.
Pasti tahu dosen tersebut dosen yang tidak bisa ditawar.
Masih bersikeras.
Siapa yang tidak menghargai siapa?
Siapa lebih tinggi dari siapa?

Sebenarnya siapa yang salah?
Di dunia perkuliahan, Dosen itu segalanya.
Bisa bikin sukses, bisa bikin gagal.
Pikir saja dengan logis bagaimana seharusnya jika anda ingin sukses.

Ada dosen yang berbaik hati cerewet dan terus mengingatkan cara bertutur kata dan bersikap yang baik, tapi.malah dianggap sebagai dosen galak.
Memang ada dosen yang suka marah-marah tanpa alasan jelas.

Jadi mahasiswa dan mahasiswi itu tidak boleh bebal.
Harus fleksibel.
Lagipula prinsip hidup itu kan gunakan apa yang bisa digunakan.
Terkesan manipulatif.
Tapi memang begitu.
Kita butuh 'alat' untuk semuanya.
Sahabat sebagai 'alat' melepas stress, penat, kesedihan, dan segala yang lain.
FWB sebagai 'alat' mengisi kesendirian sementara.
Pacar atau suami sebagai 'alat' untuk memenuhi kuota dicintai dan mencintai.
Orang tua sebagai 'alat' pemberi uang dan kasih sayang tanpa syarat sekaligus pengontrol.
Lihat?
Semua hanya alat.
Tergantung bagaimana anda mau memperlakukan alat-alat itu.
Dengan tulus? Dengan licik? Dengan dingin?
Itu terserah anda.
Ingat, dunia ini abu-abu. Tidak ada salah dan benar mutlak.
Semuanya subjektif.
Karena semua subjektif, tidak ada seorang pun berhak menghakimi anda dengan cara apapun.
Semua orang menggunakan orang lain untuk tujuan tertentu.
Itu mutlak.
Yang membedakan adalah bagaimana anda menggunakan dan memperlakukan manusia-manusia itu.

Renungkan baik-baik.