Hidup itu menerima, mencerna, mengambil keputusan, dan berjalan maju...
Di masa lalu, mungkin kita telah berbuat kesalahan.. Memilih hal yang salah...
Semua itu menyakitkan, terkadang menahan kita di masa lalu..
Sehingga kita lupa pada masa depan...
Kita menjadi pemurung, penyendiri, dan berbeda...
Semua itu bisa diatasi..
Belajarlah menerima bahwa itu telah terjadi.. Terimalah kesalahan itu.. Terima kekecewaan itu...
Menerima membuat semua itu terlihat lebih mudah dan lebih ringan daripada yang seharusnya...
Aku tidak akan berbohong padamu.. Karena aku sendiri telah mempraktekkan.. Kalau tidak, saat ini aku mungkin sudah ada di alam lain.. :)
Mencerna disini bukan mencerna makanan, tetapi memahami.. Memahami kesalahan kita.. Memahami kekecawaaan.. Menganalisa.. Mencari kesimpulan.. Mencari tanda-tanda yang bisa mengingatkan kita bahwa hal ini akan terjadi lagi untuk di masa depan.. Belajar melihat apa yang seharusnya kita lakukan.. Apa yang menjadi akar masalahnya.. Cara mengatasi, cara agar bisa melangkahi.. Setelah semua analisa selesai...
Kita mengambil keputusan.. Karena saat kita menerima dan berjalan maju, akan ada jutaan pilihan yang bisa kita ambil.. Jadi, bijaklah saat menganalisa.. Timbanglah baik buruknya.. Pilihlah dengan kepala dingin, dengan logika, dengan perasaan tenang, dan dengan doa....
Setelah pengambilan keputusan, kita berjalan maju.. Di saat kita berjalan maju.. Berjalanlah perlahan.. Hati-hati.. Waspada... Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi.. Terkadang kita terlalu terlena pada kehidupan sehingga kita begitu saja mengalir dan tergelincir jatuh...
Cintai saja hidupmu, jangan kau keluhkan dan benci. Nikmati saja setiap harinya dengan senyuman. Cinta itu seperti pembodohan dan Hidup adalah permainan bodoh nan ironis. Tapi, nikmatilah setiap detiknya selagi kamu masih bisa.
Wednesday, December 29, 2010
Monday, December 13, 2010
Masalah Keuangan dengan Pasangan
Hari ini sebuah tugas memberi pertanyaan dijawab.. Salah satu jawaban ini, cukup mengena.. Aku pikir ini butuh untuk di sebarkan...
Banyak orang yang dalam rumah tangganya memiliki ketimpangan penghasilan.. Bila yang perempuan dibawah laki-laki penghasilannya, tidak masalah.. Karena memang laki-laki lah yang didoktrin menjadi pemberi biaya agar dapur tetap mengepul..
Yang menjadi masalah seringkali adalah lelaki penghasilannya dibawah perempuan.. Sebenarnya hal ini tidak menjadi masalah..
Karena tentunya, sebelum anda mengikat janji, anda harus sudah mengenal dahulu pasangan anda.. Saat anda mengikat janji, berarti anda siap dengan segala konsekuensi yang akan anda hadapi bersama..
Hal yang penting, perempuan jangan mengumbar kekuasaan karena merasa lebih dominan di keluarga karena yang memberi uang.. Yang lelaki, juga jangan terlalu berkecil hati dan jadi keras secara fisik hanya karena tidak mau malu(gengsi)..
Hal itu tidak akan menyelesaikan malah menambah masalah.. Anda mau masalh makin bertubi-tubi??
Jika anda capek mendengarkan omongan orang, maka jangan dengarkan.. Diam adalah jawaban.. :)
Lebih baik, anda mencari jalan keluar dengan pasangan anda.. Tentu sangat banyak sekali jalan yang bisa ditelaah..
Yang penting adalah kelakuan anda selama proses itu...
Ingat, bersabar itu penting.. Kita boleh stres dan tertekan, tapi membentak dan marah tidak akan pernah menyelesaikan masalah..
Bantulah dia dalam pekerjaannya, atau bantu mencari yang lebih baik...
Selalu beri dia semangat agar dia tak letih.. Anda tahu? dukungan anda itu bisa membuatnya menjadi lebih baik lagi..
Lelaki, jangan iri dan menyimpan amarah padanya... Terimalah kenyataan dan cari lah jalan keluar bersama.. Jangan sampai keluar kata-kata sinis dan menusuk.. Jangan berpikir negatif tentang dia..
Sering-seringlah saling bertukar pikiran, dengan demikian perdebatan yang tidak perlu bisa dihindari..
Menyalahkan keadaan, kecewa dan marah pada Tuhan juga tidak akan menyelesaikan masalah..
Kuncinya, terimalah, bersabar, berdoa, dan berusaha mencari solusi bersama-sama.. Jangan ada saling memandang rendah atau tinggi... Anggaplah sama rata.. Karena suami istri itu satu daging dan satu roh.. Disatukan di hadapan Tuhan...
Banyak orang yang dalam rumah tangganya memiliki ketimpangan penghasilan.. Bila yang perempuan dibawah laki-laki penghasilannya, tidak masalah.. Karena memang laki-laki lah yang didoktrin menjadi pemberi biaya agar dapur tetap mengepul..
Yang menjadi masalah seringkali adalah lelaki penghasilannya dibawah perempuan.. Sebenarnya hal ini tidak menjadi masalah..
Karena tentunya, sebelum anda mengikat janji, anda harus sudah mengenal dahulu pasangan anda.. Saat anda mengikat janji, berarti anda siap dengan segala konsekuensi yang akan anda hadapi bersama..
Hal yang penting, perempuan jangan mengumbar kekuasaan karena merasa lebih dominan di keluarga karena yang memberi uang.. Yang lelaki, juga jangan terlalu berkecil hati dan jadi keras secara fisik hanya karena tidak mau malu(gengsi)..
Hal itu tidak akan menyelesaikan malah menambah masalah.. Anda mau masalh makin bertubi-tubi??
Jika anda capek mendengarkan omongan orang, maka jangan dengarkan.. Diam adalah jawaban.. :)
Lebih baik, anda mencari jalan keluar dengan pasangan anda.. Tentu sangat banyak sekali jalan yang bisa ditelaah..
Yang penting adalah kelakuan anda selama proses itu...
Ingat, bersabar itu penting.. Kita boleh stres dan tertekan, tapi membentak dan marah tidak akan pernah menyelesaikan masalah..
Bantulah dia dalam pekerjaannya, atau bantu mencari yang lebih baik...
Selalu beri dia semangat agar dia tak letih.. Anda tahu? dukungan anda itu bisa membuatnya menjadi lebih baik lagi..
Lelaki, jangan iri dan menyimpan amarah padanya... Terimalah kenyataan dan cari lah jalan keluar bersama.. Jangan sampai keluar kata-kata sinis dan menusuk.. Jangan berpikir negatif tentang dia..
Sering-seringlah saling bertukar pikiran, dengan demikian perdebatan yang tidak perlu bisa dihindari..
Menyalahkan keadaan, kecewa dan marah pada Tuhan juga tidak akan menyelesaikan masalah..
Kuncinya, terimalah, bersabar, berdoa, dan berusaha mencari solusi bersama-sama.. Jangan ada saling memandang rendah atau tinggi... Anggaplah sama rata.. Karena suami istri itu satu daging dan satu roh.. Disatukan di hadapan Tuhan...
Saturday, December 11, 2010
Melayani Sesama
Oke.. Hari ini kita akan membahas tentang melayani sesama.. Ini adalah materi character building hari ini di skolah.. Masukan dari temanku, akan aku gunakan saat ini.. Semoga aku bisa..
Apa sih melayani itu? Melayani itu menolong, membantu, memberi dengan ikhlas.. Sesama itu apa? sesama itu ya sesamamu tanpa memandang ras dan agamanya serta status sosialnya di masyarakat..
Melayani Sesama artinya membantu atau memberi dengan ikhlas kepada semua orang tanpa memandang ras, agama, dan status sosialnya di masyarakat.
Hal seperti apa saja yang termasuk melayani?
Banyak sekali.. Akan aku sebutkan beberapa.. Pertama, bila memang berhenti menggosipkannya itu membantunya maka lakukanlah... Kedua, bila memberikan perhatian itu membantunya maka lakukanlah.. Karena memberi dan membantu itu termasuk melayani, namun perlu diperhatikan bahwa itu semua ikhlas.. Ketiga, memberikan keputusan setelah duduk masalah dan analisanya selesai juga merupakan melayani.. Karena itu artinya, kita memberikan sesuatu yang telah masak-masak kita pertimbangkan resikonya. Keempat, berpikiran positif tentang orang lain meskipun banyak hal negatif tentang dia itu juga melayani.. Karena setidaknya dengan berpikiran positif kita akan mampu menjalin pertemanan dengannya. Apa yang orang lain katakan belum tentu benar, karena gosip selalu beredar dimanapun dan kapanpun tanpa pandang bulu. Jadi, dengan mengontrol pikiran kita, pengambilan kesimpulan kita, dan memberi perhatian sebenarnya kita sudah melayani secara tidak langsung. Memang hal ini tidak tampak secara gamblang, namun hal tidak tampak ini sebenarnya sangat berpengaruh dalam jalannya gerigi roda sistem kehidupan orang itu..
Siapa saja yang harus melakukan ini?
Semua orang karena memang sudah kewajiban semua orang untuk saling melayani dengan sesamanya. Saling melayani ini bisa membuat damai di dunia.. Bayangkan saja? Tapi aku rasa itu hanya utopia.. Terlalu indah menjadi kenyataan, tapi kemungkinan selalu ada.. Mari berdoa dan berharap agar ini terjadi.. Supaya ketidakadilan bisa dibasmi..
Kapan?
Setiap saat dalam setiap tarikan napas kita..
Bisa diakui bahwa hal ini memang sulit dilakukan, namun dengan pembiasaan diri kita pasti bisa melakukannya. Didunia ini sebenarnya semua hal itu mungkin, hanya kita tinggal melihat seberapa kita memiliki peluang dan seberapa sumber daya mampu mensupport sehingga menjadi pasti dan ada bukti nyatanya..
Untuk menjadi manusia seutuhnya, jangan pernah menyerah.. Karena ada kepuasan batin tersendiri ketika kita mampu menjadi manusia yang utuh...
Apa sih melayani itu? Melayani itu menolong, membantu, memberi dengan ikhlas.. Sesama itu apa? sesama itu ya sesamamu tanpa memandang ras dan agamanya serta status sosialnya di masyarakat..
Melayani Sesama artinya membantu atau memberi dengan ikhlas kepada semua orang tanpa memandang ras, agama, dan status sosialnya di masyarakat.
Hal seperti apa saja yang termasuk melayani?
Banyak sekali.. Akan aku sebutkan beberapa.. Pertama, bila memang berhenti menggosipkannya itu membantunya maka lakukanlah... Kedua, bila memberikan perhatian itu membantunya maka lakukanlah.. Karena memberi dan membantu itu termasuk melayani, namun perlu diperhatikan bahwa itu semua ikhlas.. Ketiga, memberikan keputusan setelah duduk masalah dan analisanya selesai juga merupakan melayani.. Karena itu artinya, kita memberikan sesuatu yang telah masak-masak kita pertimbangkan resikonya. Keempat, berpikiran positif tentang orang lain meskipun banyak hal negatif tentang dia itu juga melayani.. Karena setidaknya dengan berpikiran positif kita akan mampu menjalin pertemanan dengannya. Apa yang orang lain katakan belum tentu benar, karena gosip selalu beredar dimanapun dan kapanpun tanpa pandang bulu. Jadi, dengan mengontrol pikiran kita, pengambilan kesimpulan kita, dan memberi perhatian sebenarnya kita sudah melayani secara tidak langsung. Memang hal ini tidak tampak secara gamblang, namun hal tidak tampak ini sebenarnya sangat berpengaruh dalam jalannya gerigi roda sistem kehidupan orang itu..
Siapa saja yang harus melakukan ini?
Semua orang karena memang sudah kewajiban semua orang untuk saling melayani dengan sesamanya. Saling melayani ini bisa membuat damai di dunia.. Bayangkan saja? Tapi aku rasa itu hanya utopia.. Terlalu indah menjadi kenyataan, tapi kemungkinan selalu ada.. Mari berdoa dan berharap agar ini terjadi.. Supaya ketidakadilan bisa dibasmi..
Kapan?
Setiap saat dalam setiap tarikan napas kita..
Bisa diakui bahwa hal ini memang sulit dilakukan, namun dengan pembiasaan diri kita pasti bisa melakukannya. Didunia ini sebenarnya semua hal itu mungkin, hanya kita tinggal melihat seberapa kita memiliki peluang dan seberapa sumber daya mampu mensupport sehingga menjadi pasti dan ada bukti nyatanya..
Untuk menjadi manusia seutuhnya, jangan pernah menyerah.. Karena ada kepuasan batin tersendiri ketika kita mampu menjadi manusia yang utuh...
Subscribe to:
Comments (Atom)