Pages

Monday, November 29, 2010

Cara Berpikir dan Menarik Kesimpulan yang baik

Oke.. Pertama aku menulis ini karena dari hasil analisa.. TERNYATA.. Tidak semua manusia mampu berpikir secara objektif dan mengambil kesimpulan yang baik..
Ketika kamu mendapat sebuah info yang masih kabar burung.. Melihat sebuah foto.. Gambar.. Membaca sebuah karangan singkat..

JANGAN LANGSUNG MELOMPAT PADA KESIMPULAN..

Saya percaya semua pernah sekolah ya? Pernah membuat laporan dan makalah kan? Makalah penelitian dan hasilnya?

Kita diajari untuk selalu menulis latar belakang masalah.. Disini isinya tentang masalah yang akan dibhas.. Contohnya kenapa, dimana, mengapa, bagaimana, dsb.. Yang paling penting adalah kemungkinan penyebabnya yang akan diselidiki..

Setelah bisa menetapkan inti masalahnya.. Kita akan mencari teori atau sumber yang dianggap paling mendekati kebenaran untuk kasus itu..

Setelah mencari teorinya.. Kita akan melakukan penelitian.. Ada banyak macam juga lho.. Ada observasi, dalam bentuk angket, ataupun wawancara.. Kalau dalam menghadapi kasus.. Yang sering digunakan adalah observasi dan wawancara.. Ini dilakukan tidak harus pada terdakwa kasus itu.. tapi bisa dari lingkungannya dahulu.. Mencari akarnya.. Selain itu.. harus bisa mencari dan menyimpan bukti" yang solid..

Setelah data tersedia.. Seperti yang kita ketahui.. Kita harus mengolah data.. Entah menghitung statistik dsb.. Itu penerapan di makalah ya.. Kalau di dalam kasus ini.. kita lebih seperti detektif di Numbers, CSI, dan NCIS.. Kita mencari pola.. Mencari motif.. Karena kalau dalam sebuah kasus, maka itu adalah crime or vandalism.. Kejahatan.. Setelah menemukan perkira'an motif dan pola kejahatannya..
Baru kita bisa memanggil terdakwa.. Kita beberkan bukti dan kalahkan sang terdakwa.. Kalo di CSI, Numbers, dan NCIS.. Mereka masuk penjara.. Kalo disini gak harus ya.. Kecuali kalo sampe di proses di meja hijau.. Nah itu baru mantap jaya yaa...
Kalau terdakwa sudah kalah.. brarti hipotesis kita benar.. Kesimpulannya bisa langsung dibuat..

Yang menjadi masalah saat ini adalah.. Minimnya KESADARAN dan MENGERTInya orang-orang terhadap metode ini..
Memang gak praktis ya.. Tapi setidaknya ini mampu meminimalisir kesalahan tuduh-menuduh.. Meminimalisir kesalah pahaman..
Satu hal yang perlu di INGAT..
Pemungutan pendapat hampir sama seperti angket.. Bisa jadi suatu pilihan paling banyak dipilih.. NAMUN.. BELUM TENTU ITU BENAR HANYA KARENA KUANTITAS.. Karena itu lah.. Teori tadi itu sebagai pedoman antara benar atau tidak... Penyelidikan lebih lanjut juga bisa membantu untuk menentukan apakah yang banyak itu benar atau salah..
Satu hal yang pasti.. Bila yang tertuduh adalah orang terdekat anda... Jangan main tuduh dy pasti salah.. Seharusnya anda lebih mengenal pribadi itu lebih jauh..
Kalau ANDA tidak mengenal idealismenya, cara berpikirnya, cara pandangnya.. Jangan seenaknya mengambil kesimpulan dia pasti salah..

Bila pun anda merasa dia salah dan anda tetep ngotot dalam arti membutakan dan mentulikan diri anda alias menggoblokan diri anda.. TIDAK PERLU MENGHASUT DAN MENGADU DOMBA DENGAN MENYAMPAIKAN DATA YANG SUDAH DIMANIPULASI...

Sama seperti pelajaran kimia.. Selalu ada unsur tertentu yang membuat keanehan.. Sama seperti Fisika.. Ada pengecualian tertentu.. Sama seperti mat.. Seperti biologi.. Semua selalu ada pengecualian.. Itu tidak salah.. Hanya sedikit menyimpang..

Sama seperti manusia.. Pribadinya mungkin aneh tapi bukan berarti dia salah.. Siapa sih yang bisa mengontrol pikiran? Kalau  memang seseorg lbh dewasa daripada umurnya itu karena dia mendidik dirinya sendiri.. Dia belajar dengan ditempa oleh lingkungannya dan dia memiliki insting yang tajam.. Dia memiliki logika dan nalar yang lebih.. Sehingga selalu menganalisa banyak hal.. Akhirnya dia jadi lebih tahu dari yang lain...

Bukankah itu sebuah kelebihan???

Tidakkah kamu ingin memiliki anak yang sedemikian? Dia bisa menentukan sendiri masa depannya.. Dia bisa tahu mana salah mana benar.. Dia mengerti teori Order and Chaos.. Dia kuat menghadapi banyak terpa'an..

Yang PERLU DITEKANKAN.. Setiap orang punya porsi dalam berbicara dan mengurusi hidup orang lain..
Bila memang slah.. Tidak perlu sampai mengobrak-abrik masa lalu yang tidak ada hubungannya dengan saat ini.. Cukup beritahu.. Karena kalau memang dia sudah dewasa, harusnya bisa di ajak ngomong kan??

Kalau memang pokok masalahnya hanya beda cara pandang... Dia memandang secara liberal demokratis.. Dia sadar hukum dan Pancasila.. Kenapa harus sampai mengadu domba dan memaksa untuk mengaku salah?

Itu sama saja orang yang mengadu domba dan memaksa untuk mengaku salah juga melanggar hukum.. Memanipulasi..

Hidup orang lain bukanlah sesuatu yang harus kamu obrak-abrik apalagi bila memang tidak dekat..
Gosip heboh bukanlah hal yang mendidik.. Itu hanya menambah-nambahi masalah yang sudah ada..
Tabur tuai ato Karma.. masih berlaku.. Alam selalu memperlakukan semua dengan adil.. Itu sudah sistem dari Alam..
Alam tidak buta dan tidak tuli.. Dia melihat dan mendengar...

Untuk bisa memiliki kesimpulan yang baik harus bisa memliki PIKIRAN NETRAL.. Di dunia ini kemungkinan itu sangat banyak.. TIDAK TERBATAS..

Sekali lagi.. JANGAN MERASA SUDAH LEBIH TUA UMURNYA LANTAS MERASA LEBIH BENAR DAN LEBIH DEWASA.. Kenyataannya.. Tak lebih dewasa dari anak SMA kan? Pikiran yang sempit dan tertutup... Pikiran yang negatif.. Padahal setiap pagi saat teduh.. Setiap malam berdoa.. Ke gereja.. Untuk apa? kedok? Buang saja wajahmu..

Kita hidup BUKAN untuk mencari popularitas ato jaim"an ato bertopeng.. BUKAN untuk mengadili orang lain.. BUKAN untuk seenaknya mengobrak-abrik kehidupan orang lain.. Kita ada untuk BELAJAR.. Di dunia ini masih banyak TEORI yang belum bisa dilahirkan.. Banyak teori yang bisa di patahkan.. Lebih berguna kan?? daripada hanya mengurusi hidup orang lain??

Percuma jika profesimu terhormat namun kelakuanmu tak lebih dari sampah.. Sama saja bohong.. Yang bisa kulihat dari apa yang mereka sodorkan padaku.. "Mereka semakin terdidik semakin pintar bermain wajah dan bersilat lidah"
Aku dididik bukan untuk seperti itu.. Aku mencintai didikkan untuk menjadi manusia seutuhnya.. Manusia yang sadar betul arti kehadiranku di sini.. Manusia yang mencintai kedamaian.. Manusia yang sadar betul Pancasila ada sebagai kunci dasar perdamaian...

JANGANLAH KAMU MENJADI SAMA DENGAN DUNIA INI...

Jika orang dari seberang saja sampai bisa mengatakan kamu hanya munafik dan tidak bisa mengikuti kalimat di atas, berarti kamu sudah keterlaluan..

Tidakkah KAMU MALU? Karena sebenarnya, yang menginjak-injak harga dirimu adalah dirimu sendiri??
Tidakkah KAMU MALU? Karena kamu masih mendiskriminasi?? Adakah ajaran itu di Pancasila? DI UUD 1945? DI alkitab??

No comments:

Post a Comment