Hanya kita dan keramaian..
Melihatmu disampingku..
Berkata-kata...
Begitu indah laksana lukisan di padang bunga..
Suaramu yang terlantun bak alunan lagu dewa dewi khayangan..
Menatap matamu dalam-dalam..
Melelehku bagai es di tengah sahara..
Jantungku bergedup begitu kencang..
Semua cerita masa lalumu yang tertutur..
Saat itu..
Langit bagai menjadi saksi..
Dari terang hingga gelap..
Dia menatap kita..
Memperhatikan..
Mendengarkan..
Querido..
Kau adalah matahariku..
Bila malam tiba, bukan karena kau berjinjit kebalik lautan..
Namun karena cakrawala terbakar hangus oleh panasmu..
Seandainya mampu..
Tak ingin ku akhiri semua itu..
Inginku setiap cakrawala terang maupun gelap, hanya ada kau, aku, dan keramaian..
Mampu merengkuhmu walau sesaat sudah menjadi penenang bagi kalbuku yang gundah dan dirundung resah..
Tuhan.. Kenapakah aku tak mampu membantu dirinya?
Tidakkah cukup semuanya itu??
Begitu perih hatiku melihat semua itu..
Tuhan..
Engkau tahu apa yang dikatakan oleh hatiku..
Ijinkanlah aku mengasihinya..
Ijinkan aku meringankan bebannya..
Aku tak sanggup bila harus melihat embun tertitik dari mata indahnya..
Querido..
Ijinkanlah aku tetap disini.. Mengasihimu hingga semuanya dilahap oleh kehampaan..
No comments:
Post a Comment