Pages

Sunday, October 9, 2011

Menjadi Orang Tua yang Baik

Isi kali ini akan singkat saja.. Karena memang menjadi orang tua bukan perkara mudah.. Banyak dan mahal harganya yang harus dibayar.. Memang aku masih belum menjadi orang tua..
Tapi sebagai anak, ada hal - hal yang bisa aku pelajari dari orang tua.
Sederhananya, jadilah bijak.
Bijak itu tidak memaksakan kehendak, menerima apa adanya, mau mendengarkan, mau melihat kedalam, dan mau kompromi bersama. Bukan mengaku sudah kompromi padahal memaksakan kehendak, menutup telinga, dan tidak mau melihat kedalam.
Level sosial..
Kekayaan..
Profesi..
Jangan larang anakmu bergaul dengan seseorang hanya karena hal - hal remeh itu, kecuali jika memang orang itu berbahaya.. Miskin tidak tentu akan membawa pengaruh buruk untuk anak..
Ingat, boleh jadi anak itu ada dari leburan 22 autosom dan 1 genosom suami dengan 22 autosom dan 1 genosom suaminya.. Tapi jiwa, pikiran, dan hati tetap milik anak yang juga seorang individu yang berhak memilih!
Jangan menjadi orang tua yang kolot (Sebenarnya namanya bijak itu mau mendengarkan itu sudah termasuk mau mengikuti perkembangan jaman anak, tapi banyak orang tua yang tidak mau melepas aturan konyol yang sudah seharusnya masih tong sampah).
Jaman terus maju.. Tidak ada tempat yang aman.. Anda tidak bisa meluputkan anak anda dari kejadian yang memang sudah harus terjadi..
Death doesn't like to be cheated.. Dengan melarang naik motor, apa akan menghapus angka probabilitas kecelakaannya? TIDAK! Dengan membatasi pergaulannya, apa akan membuat 100% anak anda menjadi orang yang anda ingin dia menjadi? TIDAK!
Tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua..
Karena memang menjadi orang tua bukan untuk dipelajari dari buku.. Bukan dipelajari dari orang lain secara membabi-buta(copy-paste murni)..
Menjadi orang tua itu mengalami.. Belajarnya ya dari keseharian anak.. Jadi jangan terlalu sibuk dengan pikiran-pikiran konyol yang membuat kabut di otak anda, dan akhirnya anda tidak mengobservasi dan mempelajari anak anda dengan baik..
Selalu ingat untuk melihat ke dalam.. Karena kadang perlakuan anak yang menyakitkan, bisa jadi sebuah reaksi dari aksi anda yang membuatnya tidak nyaman atau tidak suka.

No comments:

Post a Comment