Pages

Sunday, December 1, 2013

Delusi

Memimpikan sesuatu hingga kehilangan pegangan pada kenyataan adalah delusi. Delusi termasuk penyakit kejiwaan. Delusi memiliki banyak tipe dan terjadi hampir pada semua orang. Delusi memiliki kontrol penuh pada anak, delusi bahwa pasangan masih miliknya, delusi tentang harta, dan masih banyak delusi lain.

Betapa sedihnya mereka yang berdelusi. Tidak mampu menerima kenyataan dan fakta.
Di kitab mana pun tidak ada yang secara tegas menyatakan dikte anak hingga titik koma.
Tapi banyak orang tidak bisa menerima bahwa hidupnya tidak sesuai dengan keinginannya dan membuat anaknya hidup dengan mimpinya. Ada yang karena sudah nikmat dengan uang hingga ingin anaknya juga hidup kaya agar bisa membiayai orang tua.
Ada yang masih merasa memiliki pasangannya padahal sudah berpisah. Masih sering menghubungi dan mencari padahal sudah bukan miliknya lagi.

Delusi terlalu tinggi berujung pada stress dan depresi hingga akhirnya bunuh diri. Tanyakan pada diri anda 'apakah anda delusi atau hanya bermimpi?'.

Berpegang pada kenyataan tidaklah mudah. Kenyataan itu bagaikan tongkat berduri tajam di beberapa bagiannya. Tertusuk duri tentu sangat menyakitkan, namun kita bisa mengobati luka itu dan terus berpegang sembari menyusuri tongkat itu hingga ujungnya. Seringkali orang lupa bagaimana cara mengobati diri mereka sehingga mereka berjalan dengan darah menetes dan luka menganga.

Merenunglah tentang perbuatan anda setiap hari. Benahi pada esok hari. Obati diri anda setiap saat dengan cara yang menurut anda benar. Terima semuanya dengan lapang dada.

No comments:

Post a Comment