Pages

Wednesday, May 9, 2012

Anak adalah individu baru yang unik

Dewasa ini, banyak sekali angka stres pada masa anak-anak maupun remaja yang seharusnya masih polos mengenal stres. Seringkali yang membuat stres anak adalah tindakan-tindakan orang tua yang egois yang selalu berkedok yang terbaik. Semua orang yang cerdas dan kritis ( suka baca buku dan mendalami apa yang dibaca ) tentunya tahu bahwa dunia ini relatif alias abu-abu. Mutlak itu hanya mimpi. Hukum itu yang membuat seakan-akan mutlak adalah manusia sendiri supaya ada batasan.

Keunikan individu yang infinity! Banyak orang tua yang memaksakan hal yang sama pada semua anaknya. Lagu kasih ibu itu kadang munafik juga ya. Katanya tak harap kembali tetapi ternyata malah mengharap sekali untuk dikembalikan obsesinya. Tidak hanya ibu tetapi juga ayah yang mengharuskan anaknya menjadi seperti apa yang mereka mau. Sekali pun menghasilkan sekian juta sehari kalau anak tidak suka, dia justru akan merasa seperti di neraka. Kebahagiaan sesaat dari menghabiskan uangnya atau hal lain.

Para anak, bila anda sudah merasakan betapa menyakitkan metode yang digunakan oleh orang tua anda maka carilah metode lain yang bisa membuat anak anda nanti nyaman dan rumah terasa seperti sanctuary. Orang tua, mengertilah anak anda. Angka bunuh diri untuk remaja dan anak-anak sudah bisa membuat merinding setiap melihat. Seharusnya anak-anak dan remaja berbahagia kan? Seharusnya mereka bisa menghindari untuk mengenal depresi, frustasi, dan stres. Namun, karena cara mereka berpakaian, cara berpikir, jurusan pilihan, les, dan lain-lain diatur seakan-akan seperti mereka adalah robot yang tidak mampu belajar hal baru dan beradaptasi terhadap pengetahuan baru itu. Orang tua sebaiknya mengerti bahwa saat anak-anak memasuki usia remaja maka sudah saatnya anak diperlakukan sebagai individu baru yang perlu dibimbing dan diberi masukan yang objektif. Orang tua perlu menjadi objektif dalam membimbing agar anak memiliki pandangan luas dan bisa membuat keputusan setelah membandingkan banyak pilihan yang objektif.

Hubungan dua arah itu komuniasi antara dua orang yang saling mau mendengarkan sampai paham dan mau memperbaiki diri bila ada yang perlu diperbaiki demi kelangsungan hubungan yang harmonis.


Dunia ini relatif dan semu, Keyakinan ada untuk menjadi pegangan dalam menyongsong hari esok yang mengambang di antara awan.


Setiap orang memiliki jalannya sendiri dan harus menemukannya dengan setiap keputusan yang mereka buat sendiri.


Anak-anakmu adalah anak-anak kehidupan

Sunday, October 23, 2011

Karakter Kasih, Orang tua, Pacaran, dan Pentingnya Kasih

Kita tentu mengasihi orang tua dan anak kita. Kita pasti mengasihi kekasih hati kita. Betapa pentingnya kehadiran kasih dalam setiap detik di dunia ini. Tanpa kasih, mungkin perang tidak akan ada akhirnya. Walaupun saaat ini masih banyak perang yang terjadi di sekitar kita. Entah perang ras, agama, dan faktor lain yang terselubung dan dampaknya tidak tampak secara jelas, namun yang jelas efeknya akan berantai dan menulari orang lain seperti hukum aksi reaksi.
Seringkali orang salah mengartikan kasih karena mereka menutup mata dan menutup telinga, bahkan seringkali mereka menutup mata dan telinga pada dirinya sendiri. Pada jiwanya yang berteriak minta tolong dan ingin dibebaskan dari 'neraka'. Manusia memang tidak sempurna, semua orang sadar akan hal itu. Dasarnya ada pada seberapa cepat kita menyadari kesalahan yang diperbuat dan kemudian berusaha memperbaikinya dengan hati - hati. Kita mulai dari karakter kasih yang ideal dahulu.

Friday, October 21, 2011

Dewasa itu Pilihan

Menjadi dewasa itu sebuah pilihan, Umur tidak pernah menentukan kedewasaaan seseorang.

Keterbukaan pikiranmu pada semua disekelilingmu dan memiliki prinsip yang bisa dan mau kamu pegang erat, akan bisa membuat kamu dewasa dan melewati fase - fase yang harus kamu lewati.

Menjadi kuat bukan tidak menangis, tetapi menangis di saat yang tepat dan bersama orang yang tepat.

Beranikan dirimu untuk berdiri dan membela dirimu hingga tetes darahmu yang terakhir.

Jangan biarkan orang lain menindas dirimu!