Pages

Friday, December 7, 2012

Sekolahan, Kurikulum, Gaji, dan Kualitas!

Di Indonesia, guru dianggap pekerjaan bergaji kecil dan susah.
Hanya Indonesia yang bisa begini padahal bertetangga dengan Singapore dan Eropa.
Gaji guru kecil sekali, namun tuntutan sangat tinggi dan berat.
Guru harus mencetak orang pandai, cekatan, rajin, dan ulet.
Mendidik karakter seseorang itu sangatlah berat dan penuh jatuh bangun.
12 tahun sekolah (bagi yang tambah ekstra 3 tahun yaitu SMA/SMK/STM) bisa jadi masih memiliki karakter yang buruk.
Bisa jadi salah guru dan murid karena kurang bekerja sama dalam membentuk karakter.
Belajar membentuk karakter adalah pelajaran tiada henti.
Banyak murid SMA/STM/SMK yang melakukan unas dan KBM dengan malas padahal saat ini nilai unas sangat berpengaruh. Nilai rapor dan USek itu sangat penting untuk menghasilkan nilai Ijazah.
Ijazah di Indonesia adalah dewa! Padahal sangat mudah dipalsukan. Nilai rapor saja bisa dimanipulasi.
Yang seharusnya dilihat itu adalah kemampuan langsung!
Sistem kita memiliki banyak kesalahan yang terbentuk sebagai akibat dari pola pikir yang salah.
Kalau mau merombak, rombak dulu isi kepala orangnya baru bereskan sistem.
Karena yang membangun sistem adalah orang-orang.
Sekolah seharusnya membangun bakat dan talenta anak, namun banyak sekolah hanya fokus pada nilai yang tertulis di kertas Ijazah.
Kualitas pengajaran, kualitas kesejahteraan, kualitas otak, kualitas hasil, dan kualitas pengajar perlu di perbaiki secepatnya dan sebaik-baiknya.

No comments:

Post a Comment